Mendagri Catat 15 Daerah di Sumatra Belum Pulih Pascabencana

Nasional153 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra belum sepenuhnya tuntas. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencatat sedikitnya 15 kabupaten/kota masih berada dalam kondisi belum normal berdasarkan hasil evaluasi pascabencana yang dilakukan pemerintah pusat.

Dari jumlah tersebut, tujuh daerah berada di Provinsi Aceh, yakni Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Luwes, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Penilaian tersebut disampaikan Tito dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Selain Aceh, Mendagri mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatra Utara masih memiliki lima daerah yang belum sepenuhnya pulih, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga. Kondisi tersebut dinilai masih memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.

Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat tercatat tiga daerah yang masih terdampak serius pascabencana, yakni Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam. Dari ketiganya, Kabupaten Agam disebut sebagai wilayah dengan kondisi terberat.

Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah akan kembali meminta pemetaan data terbaru dari daerah terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar keberlanjutan program pemulihan pascabencana agar penanganan dapat lebih tepat sasaran.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito menyebut pemetaan akan dilakukan dengan sejumlah variabel untuk mengategorikan tingkat penanganan. Ia juga membuka ruang masukan dari pemerintah daerah secara bottom-up guna memastikan kondisi riil di lapangan tertangani dengan baik.

Komentar