Kementerian ESDM Investigasi Blackout Sumatera, PLN Diminta Audit Total Sistem Kelistrikan

Nasional14 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menginstruksikan PLN untuk melakukan investigasi teknis secara menyeluruh dan komprehensif terkait gangguan sistem kelistrikan atau blackout yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026).

Pemerintah meminta PLN memastikan proses pemulihan pasokan listrik dilakukan secara maksimal agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali normal secepatnya.

Saat ini, Kementerian ESDM bersama Kementerian Sekretariat Negara terus melakukan koordinasi intensif di lapangan guna memonitor perkembangan penanganan gangguan sistem tersebut.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden pemadaman massal tersebut karena berdampak luas terhadap masyarakat dan perekonomian daerah terdampak.

“Kementerian ESDM akan memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif guna mengetahui akar penyebab gangguan. Evaluasi total ini penting untuk menyiapkan langkah mitigasi yang kuat supaya kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Yuliot dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Pemerintah Siapkan Audit Forensik Kelistrikan

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan pemerintah langsung menerjunkan tim khusus ke lokasi gangguan pascablackout terjadi.

Tim inspektur ketenagalistrikan tersebut ditugaskan untuk mengumpulkan data primer dan memeriksa infrastruktur utama yang mengalami gangguan.

Tri menyebut Kementerian ESDM juga akan memperkuat tim investigasi di lapangan guna melakukan audit forensik kelistrikan secara lebih mendalam.

Sembari proses investigasi berlangsung, pemerintah terus mengawasi proses pemulihan bertahap agar pasokan listrik kembali andal dan aman bagi masyarakat.

Berdasarkan evaluasi sementara, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah mengarahkan PLN untuk meningkatkan keandalan backbone sistem kelistrikan Sumatera.

Langkah mitigasi jangka panjang tersebut mencakup percepatan pembangunan pembangkit baru serta jaringan transmisi interkoneksi 500 kV dan 275 kV.

Selain itu, PLN juga diwajibkan menyiapkan infrastruktur pembangkit cadangan khusus atau blackstart di setiap provinsi guna mempercepat pemulihan darurat apabila gangguan serupa kembali terjadi.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan proyek pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat demi menjaga ketahanan energi regional.

Komentar