Pekanbaru (RIaunews.com) – PSPS Pekanbaru resmi mendapatkan lisensi Super League dari I.League setelah hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 diumumkan pada Rabu (13/5/2026).
Lisensi tersebut menjadi yang pertama diraih PSPS Pekanbaru sejak klub berdiri. Pencapaian ini sekaligus menandai langkah besar klub berjuluk Askar Bertuah dalam mewujudkan profesionalisme pengelolaan klub sesuai standar nasional dan Asia.
Lisensi Super League merupakan bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub sepak bola Indonesia yang mengacu pada regulasi nasional serta standar Asian Football Confederation (AFC).
Secara umum, proses penilaian lisensi klub berlangsung sejak Juli 2025 dengan mencakup lima aspek utama, yakni sporting, infrastructure, personnel and administration, legal, dan finance. Seluruh aspek tersebut harus dipenuhi agar klub dapat lolos verifikasi.
Berdasarkan hasil Club Licensing Cycle, PSPS Pekanbaru dinyatakan memenuhi syarat dan memperoleh status granted kategori Super League sebagaimana tertuang dalam surat keputusan Club Licensing Committee nomor 035/CLC-LI/V/2026.
PSPS Sebut Proses Lisensi Sangat Ketat
Sekretaris Tim PSPS Pekanbaru, Teza mengatakan pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi manajemen klub.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur PSPS Pekanbaru berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada di dalam manajemen, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional,” ujarnya.
Menurut Teza, lisensi klub memang menjadi target utama sejak awal musim atas arahan Presiden Klub, I Gede Widiade.
Ia menyebut proses verifikasi berlangsung ketat dan mendalam selama hampir satu tahun, tidak hanya terkait dokumen administrasi tetapi juga implementasi langsung di lapangan.
“Nyaris satu tahun kita di dalam manajemen bekerja untuk ini, tidak hanya mengurus dokumen, tapi kami juga diminta menunjukkan implementasi nyata di lapangan,” katanya.
Teza menambahkan, PSPS Pekanbaru memperoleh status granted meski saat ini masih berkompetisi di Liga 2 atau Championship.
“Walaupun kita belum di Liga 1 (Super League), pengelolaan klub ini sudah sangat sehat dan profesional setara dengan klub-klub Liga 1,” terangnya.
Jadi Satu dari Delapan Klub Liga 2 yang Lolos
Meski telah lolos lisensi, Teza mengakui masih terdapat beberapa catatan terkait dokumen stadion dan standar penerangan lampu stadion yang belum sepenuhnya memenuhi standar nasional.
Ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk melengkapi kebutuhan tersebut.
PSPS Pekanbaru menjadi satu dari delapan klub Liga 2 yang dinyatakan lolos tanpa catatan atau granted oleh Komite Lisensi Klub Independen I.League dan AFC. Sementara 12 klub lainnya memperoleh status rejected dan terancam mendapat pengurangan poin pada kompetisi musim 2026/2027.
Pada kategori lisensi Super League, sebanyak 25 klub memperoleh status granted. Selain PSPS Pekanbaru, klub lain yang juga mendapat lisensi di antaranya PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Garudayaksa FC, Adhyaksa FC, dan PSMS Medan.
“Jika kita lihat lagi, di grup barat hanya PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan yang berhasil mendapatkan lisensi ini,” pungkas Teza.







Komentar