Jakarta (Riaunews.com) – Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Prof. Teuku Rezasyah, menilai Presiden RI Prabowo Subianto berpeluang memimpin upaya reformasi Dewan Keamanan (DK) PBB. Reformasi ini dinilai penting untuk memperkuat peran PBB dalam mengatasi krisis kemanusiaan, termasuk konflik di Gaza, Palestina.
“Indonesia, saya kira bisa,” kata Rezasyah di Jakarta, Senin (14/9/2025). Menurutnya, Prabowo perlu mendorong pembahasan mengenai penambahan anggota baru DK PBB, pengaturan hak veto, serta perluasan kewenangan PBB dalam menangani berbagai krisis global.
Rezasyah menilai reformasi PBB mendesak dilakukan karena lembaga tersebut semakin lemah, terutama dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza. Ia menyebut dukungan Amerika Serikat terhadap Israel di forum PBB telah menghambat tercapainya solusi dua negara bagi Palestina dan Israel.
“Reformasi PBB juga penting karena masyarakat dunia semakin sadar akan perlunya perdamaian abadi,” ujarnya. Menurutnya, Indonesia memiliki modal diplomasi yang kuat melalui berbagai inisiatif perdamaian di Timur Tengah.
Lebih lanjut, Rezasyah menegaskan bahwa Indonesia perlu percaya diri sekaligus membangun dukungan dari mitra strategis, terutama negara-negara berkembang yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok, Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, hingga kerja sama Selatan-Selatan. Dukungan juga bisa datang dari China dan Rusia yang kerap mendorong ide-ide alternatif di forum PBB.
“Dengan adanya usulan penambahan 10 anggota tetap baru, maka kemungkinan besar dunia akan sadar bahwa kita tidak bisa lagi dikendalikan oleh Amerika Serikat di dalam PBB maupun oleh Israel di luar,” tutur Rezasyah. Ia menekankan, peran pemimpin seperti Prabowo sangat dibutuhkan dunia sebagai perekat dan penggerak diplomasi global.







Komentar