New York (Riaunews.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika bernuansa militer yang berkembang terkait situasi di Iran. PBB menilai eskalasi pernyataan keras berpotensi memperburuk ketegangan dan mengancam stabilitas kawasan.
“Tentu saja, kami sangat khawatir dengan meningkatnya retorika bernada militeristik yang kita lihat sedang terjadi terkait situasi di Iran,” ujar juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam taklimat harian di Markas PBB, Selasa.
Dujarric menegaskan pentingnya peran negara-negara anggota untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi. Menurutnya, pendekatan militer justru berisiko mempersempit ruang dialog dan solusi damai.
“Sangat penting bagi seluruh negara anggota untuk mendorong diplomasi, bukan retorika militer,” katanya.
Pernyataan PBB muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran, sehari setelah mengumumkan rencana pengenaan tarif 25 persen bagi negara yang berbisnis dengan Teheran.
Di sisi lain, media AS melaporkan Pentagon tengah menyiapkan berbagai opsi serangan terhadap Iran untuk disampaikan kepada Presiden Trump. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan negaranya siap menghadapi perang, namun tetap membuka pintu dialog internasional.







Komentar