Gaza (Riaunews.com) – Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Gaza City masih menghadapi kekurangan air yang parah meskipun pasokan air utama dari Israel ke Jalur Gaza telah dibuka kembali. Kondisi tersebut dilaporkan masih berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan bahwa mitra-mitranya di sektor air, kebersihan, dan sanitasi masih menemukan keterbatasan air minum dan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga di Gaza City, termasuk setelah jalur pasokan air Mekorot dari Israel kembali beroperasi.
Menurut OCHA, saat ini hanya sekitar 6.000 meter kubik air per hari yang berhasil menjangkau masyarakat Gaza City. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi, terlebih karena terjadi kehilangan volume air yang signifikan di sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.
“Untuk mengatasi kekurangan ini, kami bersama para mitra telah meningkatkan produksi air dan menyalurkan air melalui truk dari sumur air tanah serta instalasi desalinasi sektor swasta,” ujar OCHA dalam keterangannya, Senin (9/2).
Selain peningkatan pasokan air, OCHA menyebut upaya kemanusiaan juga dilakukan melalui distribusi berbagai bantuan penunjang kebersihan dan sanitasi kepada warga Gaza.
Sejak akhir bulan lalu, para mitra kemanusiaan PBB telah menyalurkan lebih dari 100 ribu jeriken air, lebih dari 700 ribu batang sabun, 25 ribu paket kebersihan, lebih dari 400 jamban rumah tangga, serta 250 paket obat kutu di seluruh wilayah Gaza.







Komentar