Konflik Timur Tengah Picu Guncangan Pariwisata Global, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Pekanbaru (Riaunews.com) – Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, mulai mengguncang sektor pariwisata global. Lonjakan harga tiket pesawat dan pembatalan massal penerbangan membuat wisatawan, terutama dari Asia, membatalkan rencana perjalanan ke kawasan tersebut.

Mengutip laporan CNBC, Minggu (5/4/2026), lebih dari 46.000 penerbangan ke dan dari Timur Tengah telah dibatalkan sejak eskalasi konflik pada akhir Februari. Penutupan wilayah udara serta gangguan operasional maskapai menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Situasi ini berbanding terbalik dengan proyeksi sebelumnya, di mana kawasan seperti Dubai diprediksi menjadi pusat pertumbuhan pariwisata global dengan nilai pasar mendekati US$950 miliar pada 2026.

Selain pembatalan penerbangan, harga tiket juga melonjak signifikan. Wisatawan dari Asia melaporkan harga tiket ke Timur Tengah naik hingga kisaran US$1.500 hingga US$2.000, dipicu kenaikan harga bahan bakar akibat konflik.

Wisatawan Beralih ke Destinasi Regional

Dampak konflik tidak hanya dirasakan wisatawan individu, tetapi juga sektor perjalanan bisnis. Banyak perusahaan menunda perjalanan ke wilayah berisiko demi menjaga keselamatan karyawan. Bahkan, pembatalan perjalanan bisnis rute Eropa dari Asia tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat pada awal Maret.

Di sisi lain, tren pergeseran destinasi mulai terlihat. Wisatawan kini lebih memilih perjalanan regional di Asia, seperti ke Singapura atau destinasi terdekat yang dinilai lebih aman dan terjangkau.

Alternatif transportasi seperti feri juga mengalami peningkatan minat, termasuk rute SingapuraBatam yang menawarkan perjalanan singkat dengan biaya lebih rendah.

Para ekonom menilai ketidakpastian geopolitik dan tingginya biaya perjalanan menjadi faktor utama perubahan perilaku wisatawan. Meski demikian, perkembangan tren ini masih bergantung pada dinamika konflik dan pergerakan harga minyak global ke depan.

Komentar