Kantor Pusat UNRWA di Yerusalem Timur Terbakar Usai Disita Otoritas Israel

Internasional147 Dilihat

Yerussalem (Riaunews.com) – Kantor pusat Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (25/1/2026). UNRWA menyebut sebagian kompleks tersebut telah dihancurkan sebelum insiden kebakaran terjadi.

UNRWA tidak merinci penyebab kebakaran tersebut. Namun, badan PBB itu menyatakan peristiwa ini terjadi setelah kompleks kantor mereka disita, diserbu, dan mulai dibongkar oleh otoritas Israel pada pekan sebelumnya, sebagaimana dilansir Al Arabiya.

Dalam pernyataannya, UNRWA menilai kebakaran itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membongkar status pengungsi Palestina. Kompleks tersebut diketahui telah kosong sejak Januari 2025.

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan setempat mengonfirmasi menerima panggilan darurat terkait kebakaran di lokasi tersebut pada Minggu dini hari. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas, tanpa menyebutkan penyebab kebakaran.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam tindakan penyitaan dan pembongkaran fasilitas UNRWA tersebut. UNRWA menegaskan bahwa properti mereka dilindungi oleh hak istimewa dan kekebalan PBB sesuai hukum internasional.

Juru bicara UNRWA, Jonathan Fowler, menegaskan Israel memiliki kewajiban hukum untuk melindungi dan menghormati fasilitas PBB. “Seperti negara anggota PBB lainnya di mana pun di dunia, tanpa pengecualian, Israel secara hukum berkewajiban melindungi dan menghormati fasilitas PBB,” ujarnya.

Komentar