New York (Riaunews.com) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinannya atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai telah menyia-nyiakan peluang diplomasi dalam perundingan nuklir yang tengah berlangsung.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB, New York, Guterres menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung antara AS dan Iran, yang dimediasi oleh Oman. Ia menilai momentum diplomasi yang sudah dibangun justru runtuh akibat eskalasi militer tersebut.
Guterres juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada rencana pembicaraan teknis lanjutan di Wina, Austria, yang akan dilanjutkan dengan dialog politik lanjutan. Namun, situasi terkini membuat jalur diplomasi tersebut terancam terhenti.
Sekjen PBB pun menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah. Ia mengingatkan bahwa eskalasi lanjutan berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan berdampak serius terhadap warga sipil serta stabilitas regional.
Selain itu, Guterres menegaskan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, melindungi warga sipil, serta menjamin keamanan fasilitas nuklir agar tidak memicu krisis yang lebih besar.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan AS–Israel ke Teheran yang diikuti dengan serangan balasan dari Iran, menandai babak baru konflik yang mengkhawatirkan bagi keamanan global.







Komentar