BPOM Ajak Influencer Ikut Tekan Peredaran Kosmetik Ilegal

Kesehatan, Nasional222 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan perlunya peran influencer dan kreator digital dalam membantu menekan peredaran kosmetik ilegal yang meningkat menjelang akhir tahun. Ia meminta para pembuat konten aktif mengedukasi publik karena masih banyak konsumen mudah tertipu promosi dan iklan menyesatkan.

“Kita harapkan para influencer bisa membantu BPOM memberikan edukasi yang kreatif, membangun, dan benar. Media dan para influencer agar turut menyebarluaskan edukasi penggunaan kosmetik aman, terutama pada momen akhir tahun,” ujar Taruna dalam konferensi pers di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Taruna menjelaskan bahwa keterlibatan publik telah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025, termasuk dorongan agar influencer menyampaikan informasi pengawasan secara kreatif tetapi tetap akurat. Dalam intensifikasi pengawasan pada 10–21 November 2025, BPOM mencatat potensi kerugian ekonomi lebih dari Rp1,8 triliun akibat peredaran kosmetik ilegal. “Kalau dampaknya sampai menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan bahkan gangguan jiwa, itu bahaya betul,” tegasnya.

BPOM juga membuka berbagai saluran pelaporan, mulai dari Halo BPOM 150533 hingga unit layanan pengaduan di seluruh balai POM. “Kami butuh bantuan masyarakat. Jika ada informasi, mohon disampaikan,” kata Taruna. Ia menegaskan bahwa setiap laporan, termasuk dari media sosial, selalu ditindaklanjuti. “Percayalah, atensi kami sangat besar terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat.”

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Fitria Agustina, turut menyoroti besarnya peran influencer dalam mengingatkan pelaku usaha kosmetik agar tidak memasarkan produk berbahaya. Menurutnya, masih banyak penjual yang mengabaikan keamanan demi mengejar keuntungan. “Influencer bisa mengedukasi pelaku usaha, jangan ngono-ngono gitu loh, mereka harus paham impact-nya,” ujar Fitria.

Ia mengingatkan bahwa kandungan berbahaya dalam kosmetik tidak hanya merugikan secara bisnis, tetapi langsung mengancam kesehatan masyarakat. “Kalau isinya bahaya, dampaknya ke masyarakat yang terkena itu besar sekali,” katanya.

Komentar