Pekanbaru (Riaunews.com) – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai HIV guna menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV) sekaligus mendorong lebih banyak warga yang berisiko menjalani pemeriksaan secara sukarela.
Tekad mengatakan HIV memang belum dapat disembuhkan, namun infeksi tersebut dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Dengan menjalani pengobatan secara rutin, kondisi kesehatan dan harapan hidup penderita dapat tetap terjaga.
“HIV memang belum ada obatnya, tetapi dapat dikontrol dengan terapi ARV sehingga masa hidup penderita bisa diperpanjang dan kondisinya tetap terkontrol,” kata Tekad kepada GoRiau.com, Kamis (2/7/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko tertular HIV agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas. Menurutnya, identitas pasien yang menjalani pemeriksaan dijamin kerahasiaannya.
“Bagi masyarakat yang berisiko jangan takut memeriksakan kondisinya ke puskesmas karena kerahasiaannya terjamin,” ujarnya.
Edukasi Dinilai Penting Tekan Stigma
Tekad menilai Dinas Kesehatan bersama puskesmas perlu lebih gencar memberikan sosialisasi mengenai HIV, termasuk cara penularan dan langkah pencegahannya. Menurutnya, pemahaman yang benar akan mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV yang masih terjadi di tengah masyarakat.
“Masyarakat harus tahu apa saja yang dapat menularkan HIV dan apa yang tidak. Dengan begitu masyarakat tidak lagi menjauhi orang dengan HIV karena stigma yang keliru,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat terdapat 95 kasus HIV dan 42 kasus AIDS sepanjang 2026 hingga awal Juli. Untuk memperluas deteksi dini, pemerintah menyediakan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara gratis dan rahasia di 21 puskesmas, 29 rumah sakit, empat lembaga pemasyarakatan (lapas), satu rumah tahanan (rutan), sejumlah klinik, serta Klinik Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mengimbau masyarakat yang merasa berisiko agar tidak menunda pemeriksaan. Penanganan HIV saat ini difokuskan pada terapi ARV untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko penularan.







Komentar