Selatpanjang (Riaunews.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2025 belum mampu menembus separuh target. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi PAD baru mencapai Rp117,4 miliar atau sekitar 44,36 persen dari target Rp264,6 miliar.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Meranti mencatat, masih terdapat selisih lebih dari Rp147 miliar yang belum terealisasi. Rendahnya capaian tersebut terutama disebabkan oleh minimnya realisasi pada pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Di tengah capaian agregat yang rendah, sektor retribusi daerah justru menunjukkan kinerja positif. Dari target Rp69,9 miliar, realisasi retribusi telah mencapai Rp66,9 miliar atau sekitar 95,7 persen, menjadikannya penyumbang PAD paling stabil sepanjang 2025.
Sementara itu, pajak daerah juga mencatat performa cukup baik dengan realisasi Rp23,3 miliar dari target Rp38,9 miliar atau sekitar 59,8 persen. Namun capaian dua sektor tersebut belum mampu menutup kekurangan dari pos pendapatan lainnya.
Kendala terbesar terjadi pada pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, khususnya dividen penyertaan modal di Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Dari target Rp125,7 miliar, realisasi yang masuk baru Rp11,3 miliar atau sekitar 9,05 persen.
Kepala Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Informasi Bapenda Kepulauan Meranti, Rio Hilmi, mengatakan realisasi dividen sangat bergantung pada keputusan RUPS dan waktu pembagian laba bank. Kondisi tersebut menjadi catatan penting agar penetapan target PAD ke depan lebih realistis dan tidak terlalu bertumpu pada pendapatan yang tidak pasti.







Komentar