Pekanbaru (Riaunews.com) – Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman Lubis, mengungkapkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi diduga dipicu adanya permainan oknum yang melakukan penimbunan.
Menurutnya, dugaan penimbunan tersebut dimanfaatkan di tengah isu kenaikan harga BBM subsidi serta kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi pasokan minyak global.
Budiman mengaku telah menerima informasi dari satuan pengawasan wilayah 1 yang mencakup Aceh, Medan, Sumatera Barat, Batam hingga Tebingtinggi.
Ia menyebut, kelangkaan BBM yang terjadi sebelumnya bukan disebabkan kebijakan pemerintah, melainkan aksi spekulasi di lapangan.
“Jadi saya telepon satuan pengawasannya, menyatakan ada semacam kewaspadaan masyarakat. Jadi penimbunan minyak itu yang menyebabkan kelangkaan kemarin. Ada yang membuat situasi karena isu-isunya mau naik harga pertalite,” ujar Budiman, Selasa (12/5/2026).
Politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Rokan Hulu itu juga membantah adanya kabar kenaikan harga BBM subsidi.
DPRD Pastikan Pertalite Tidak Naik
Budiman menegaskan pemerintah tidak akan gegabah menaikkan harga BBM subsidi karena dapat berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Jika BBM subsidi naik, maka akan memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Dan sampai hari ini tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi. Yang ada hanya kenaikan untuk BBM nonsubsidi,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM, khususnya di wilayah Riau, agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi.
Di sisi lain, Budiman menyebut kebutuhan BBM nasional juga dipengaruhi kondisi geopolitik dunia, termasuk konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap harga minyak dunia karena Selat Hormuz menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Akibat situasi itu, pemerintah disebut harus menambah beban subsidi energi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.







Komentar