Pekanbaru (Riaunews.com) – Harga minyak goreng subsidi Minyakita di Provinsi Riau dilaporkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Dari yang seharusnya Rp15.700 per liter, kini harga di pasaran mencapai Rp21.000 per liter bahkan lebih.
Kenaikan harga tersebut mulai terjadi sejak akhir April 2026. Padahal, stok Minyakita disebut masih tersedia di tingkat grosir maupun pengecer. Namun, lonjakan harga tetap terjadi tanpa penjelasan resmi.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau, Ikbal Sayuti, menduga kenaikan ini dipicu permainan oknum supplier. Ia juga mencurigai adanya potensi penimbunan yang menyebabkan harga melonjak di pasaran.
“Ini permainan oknum. Kita minta agar masyarakat juga berperan aktif, kalau ada melihat praktik seperti ini segera laporkan,” ujar Ikbal, Rabu (6/5/2026).
DPRD Akan Koordinasi Tekan Harga
Ikbal yang juga Ketua DPW PPP Riau menyebut Minyakita yang beredar di Riau kemungkinan berasal dari luar daerah, sehingga berpotensi memengaruhi rantai distribusi dan harga jual.
Ia menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) guna mencari solusi serta menekan harga agar kembali sesuai HET.
“Kita akan segera koordinasi dengan Disperindag. Ini harus menjadi perhatian karena harganya sudah jauh di atas HET,” tegasnya.
DPRD juga mengimbau pemerintah dan pihak terkait untuk memperketat pengawasan distribusi Minyakita, sehingga ketersediaan dan harga di pasaran tetap terjaga serta tidak merugikan masyarakat.







Komentar