Berawal dari Keresahan Emak-Emak, Polsek Singingi Hilir Tangkap Empat Pengedar Sabu yang Incar Pelajar

Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Keresahan para ibu rumah tangga di Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), berujung pada pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu. Kepolisian Sektor (Polsek) Singingi Hilir berhasil menangkap empat orang pengedar yang diduga menyasar kalangan pelajar, Rabu (22/4/2026).

Informasi awal berasal dari warga, khususnya para ibu yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan mereka. Kekhawatiran tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, mengatakan laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

“Setelah melakukan pengintaian selama empat hari, petugas berhasil memetakan lokasi persembunyian para pelaku yang kerap berpindah tempat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Digerebek Saat Bungkus Sabu

Penggerebekan dilakukan di sebuah pondok milik tersangka berinisial SL (48), yang diduga menjadi tempat distribusi. Saat digerebek, SL bersama tiga rekannya, KN (40), BN (31), dan ND (39), tengah menimbang dan membungkus sabu.

Polisi mengamankan barang bukti berupa lima paket sabu dengan berat kotor 23,31 gram. Selain itu, turut disita dua unit timbangan digital, plastik pembungkus, alat isap (bong), empat unit ponsel, serta uang tunai Rp450 ribu yang diduga hasil transaksi.

Diduga Targetkan Kalangan Pelajar

Kapolsek menyebut keempat pelaku merupakan target dalam Operasi Antik Lancang Kuning. Tersangka SL diduga berperan sebagai pengendali jaringan peredaran di wilayah Singingi Hilir.

Ia menegaskan, pengungkapan ini menjadi langkah cepat untuk mencegah penyebaran narkoba yang diduga menyasar kalangan pelajar.

“Tindakan ini sebagai upaya memutus peredaran sebelum masuk lebih jauh ke lingkungan sekolah dan generasi muda,” tegasnya.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Mapolsek Singingi Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara polisi terus mengembangkan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Komentar