Pekanbaru (Riaunews.com) – Maraknya keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Pekanbaru kembali menjadi perhatian. Aktivitas mereka masih kerap terlihat di sejumlah titik strategis, terutama di Jalan Diponegoro serta kawasan kuliner Jalan Cut Nyak Dien yang ramai dikunjungi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zakri Fajar Triyanto, menegaskan persoalan tersebut perlu ditangani dengan langkah yang lebih konsisten dan terukur agar tidak terus berulang di lokasi yang sama maupun kawasan lainnya.
Ia mengapresiasi upaya Dinas Sosial Kota Pekanbaru yang selama ini rutin turun ke lapangan. Namun menurutnya, pengawasan dan penertiban perlu dimaksimalkan dengan pola yang lebih terjadwal, terutama di titik-titik yang dianggap rawan.
“Upaya sudah berjalan, tapi perlu diperkuat lagi. Titik-titik tertentu ini butuh pengawasan yang lebih rutin supaya penanganannya benar-benar terasa,” ujar Zakri, Kamis (12/3/2026).
Antisipasi Peningkatan Gepeng Usai Lebaran
Zakri menilai penanganan terhadap gepeng tidak cukup dilakukan secara insidentil. Pengawasan berkala dinilai penting agar mereka tidak kembali muncul setelah dilakukan penertiban.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas gepeng di berbagai sudut kota.
Karena itu, ia mendorong Dinas Sosial menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, seperti pemetaan lokasi rawan, penguatan personel satuan tugas, hingga penyusunan jadwal patroli rutin di kawasan strategis.
“Biasanya setelah Lebaran itu aktivitas kembali ramai dan gepeng juga mulai bermunculan lagi. Ini yang perlu diantisipasi dari sekarang,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui program pembinaan dan pemberdayaan sosial. Dengan demikian, penanganan tidak hanya menjaga ketertiban kota, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang bagi mereka yang menghadapi persoalan sosial.







Komentar