Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT, menegaskan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah paling efektif mencegah penularan virus Nipah yang hingga kini belum memiliki vaksin.
Dominicus mengatakan, penerapan PHBS bersifat universal, terutama kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Langkah ini dinilai efektif menghilangkan virus atau kuman yang menempel di tangan sebelum masuk ke dalam tubuh.
“Kalau tidak ada air dan sabun, boleh menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol gliserin. Namun yang terbaik tetap cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” ujarnya dalam webinar bersama IDAI di Jakarta, Kamis.
Selain kebersihan tangan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan. Buah atau bahan makanan perlu dicuci bersih sebelum dikonsumsi untuk mencegah risiko paparan virus Nipah yang dapat menempel melalui liur hewan terkontaminasi, seperti kelelawar.
Dominicus menjelaskan, berbeda dengan beberapa virus berbahaya lain, penularan virus Nipah masih dapat dicegah secara efektif melalui PHBS yang baik. Oleh karena itu, kebiasaan bersih perlu diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menambahkan, vaksin virus Nipah saat ini masih dalam tahap uji klinis fase kedua di Oxford, Inggris, dan diperkirakan baru dapat digunakan dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Masyarakat juga diimbau mewaspadai gejala awal seperti demam, flu, sakit kepala, hingga muntah, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan berlanjut.







Komentar