Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru mengevaluasi pelaksanaan program 1 Aparatur Sipil Negara (ASN) 1 Rukun Warga (RW) yang telah berjalan di tengah masyarakat. Evaluasi dilakukan terhadap dua kecamatan percontohan, yakni Kecamatan Binawidya dan Kecamatan Sail.
Program yang dimulai sejak Februari 2026 ini menempatkan ASN di setiap RW untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Para ASN berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan warga di tingkat lingkungan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat capaian serta kendala selama pelaksanaan program.
“Kita ingin mengetahui capaian-capaian yang sudah dicapai di dua kecamatan yang menjadi pilot project ini, sekaligus mendengarkan kendala yang dihadapi,” ujarnya usai memimpin rapat evaluasi, Rabu (29/4/2026).
Perkuat Pelayanan dan Pendataan Masyarakat
Ingot menyebut, program ini masih tergolong baru sehingga membutuhkan sosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Ia mengakui, masih ada warga yang meragukan peran ASN yang ditugaskan di lingkungan mereka.
Dalam pelaksanaannya, ASN bertugas membantu pelayanan kepada warga, termasuk melakukan survei dan pendataan di wilayah masing-masing. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi hunian, jumlah penghuni, hingga kondisi lingkungan.
Selain itu, ASN juga berperan sebagai penanggung jawab dalam berbagai kegiatan pemerintah di tingkat RW.
“Kalau kita tahu kondisi aktual di lapangan, maka perencanaan pembangunan ke depan bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dan penyempurnaan skema program agar ke depan dapat berjalan lebih optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.







Komentar