Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menargetkan pemberian vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap 44.700 ternak pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi vaksinasi tahun 2025 yang mencapai 39.513 ternak.
Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, peningkatan target vaksinasi dilakukan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran PMK di wilayah Riau. Ia menyebut vaksinasi menjadi upaya utama untuk melindungi kesehatan ternak dan menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Pada 2025, vaksinasi PMK dilakukan di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Kampar mencatat jumlah vaksinasi tertinggi dengan 7.338 ternak, disusul Rokan Hulu 4.968 ternak, Indragiri Hulu 4.486 ternak, Siak 3.968 ternak, serta Kota Pekanbaru 2.592 ternak.
Selain itu, vaksinasi juga dilakukan di Bengkalis sebanyak 2.517 ternak, Kuantan Singingi 2.553 ternak, Rokan Hilir 4.000 ternak, Dumai 1.664 ternak, Indragiri Hilir 1.584 ternak, Kepulauan Meranti 1.925 ternak, Pelalawan 1.729 ternak, serta UPT sebanyak 199 ternak.
Mimi mengungkapkan, sepanjang 2025 pihaknya mencatat sebanyak 304 kasus PMK yang menyerang ternak di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, satu ternak dilaporkan mati dan kasus tersebut terjadi di Kota Dumai.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK terbanyak, yakni 143 kasus, disusul Kabupaten Siak 65 kasus. Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing mencatat 25 kasus, Indragiri Hilir 19 kasus, Kampar 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus.







Komentar