Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat menghindari konsumsi buah yang sudah terbuka sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah yang terindikasi muncul di India. Menurutnya, penularan virus tersebut paling banyak terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui babi.
Budi menjelaskan, virus Nipah berasal dari kelelawar yang mengontaminasi buah. Buah tersebut kemudian dimakan oleh babi, dan penularan ke manusia terjadi saat mengonsumsi atau kontak dengan hewan yang terinfeksi. Kasus virus Nipah hingga kini paling banyak teridentifikasi di India dan sempat menyebar terbatas ke negara lain.
Selain melalui perantara babi, penularan juga dapat terjadi langsung melalui buah yang sudah digigit atau dimakan kelelawar. Karena itu, Budi mengingatkan masyarakat untuk memilih buah yang masih utuh dan mengupasnya sendiri sebelum dikonsumsi, serta mengutamakan makanan yang dimasak.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sistem skrining menggunakan tes PCR. Skrining ini dilakukan terhadap pasien dengan gejala seperti batuk berkepanjangan untuk memastikan penyebabnya, apakah influenza, Covid-19, atau virus Nipah.
Budi menegaskan hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia. Pemerintah juga belum menutup perbatasan negara sesuai rekomendasi WHO karena jumlah kasus global masih terbatas, namun penguatan surveilans terus dilakukan.
Ia mengingatkan tingkat fatalitas virus Nipah tergolong tinggi. Oleh karena itu, Kemenkes telah menyiapkan reagen PCR dan mendistribusikannya ke laboratorium milik Kemenkes di seluruh Indonesia guna mempercepat penanganan jika ditemukan kasus suspek.







Komentar