Pekanbaru (Riaunews.com) – Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia dan memiliki tingkat kematian tinggi. Karena itu, pemahaman mengenai pola penularan dan langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko penyebaran penyakit tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur. Pertama, kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah dan babi, termasuk paparan cairan tubuh seperti darah, urin, dan air liur. Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus, sementara babi dapat menjadi hewan perantara (intermediate host) yang meningkatkan risiko penularan ke manusia.
Kedua, penularan dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti nira mentah atau buah yang terpapar cairan kelelawar. Ketiga, virus juga bisa menular antarmanusia melalui kontak erat, terutama lewat droplet atau cairan tubuh penderita.
Ia menambahkan, sejumlah wabah di berbagai negara menunjukkan pola penularan berbeda. Di Bangladesh dan India, wabah terjadi tanpa melibatkan hewan peliharaan sebagai perantara. Sementara di Malaysia, Singapura pada 1998–1999, serta Filipina pada 2014, babi menjadi hewan perantara sebelum virus menyebar ke manusia. Kondisi ini menunjukkan risiko spillover atau lompatan virus dari satwa liar ke manusia tidak dapat diabaikan.
Menurut Mimi, hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik untuk Virus Nipah. Penanganan bersifat suportif dan simptomatik untuk meredakan gejala seperti demam, gangguan pernapasan, hingga komplikasi berat seperti radang otak (ensefalitis). Ia mengimbau masyarakat menghindari kontak dengan hewan berisiko, tidak mengonsumsi nira mentah, mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, serta memasak daging hingga matang sempurna. Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan kandang hewan juga dianjurkan guna menekan risiko penyebaran.







Komentar