Begini Cara Penularan Virus Nipah yang Diwaspadai Otoritas Kesehatan Global

Kesehatan199 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Virus Nipah menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia karena memiliki tingkat kematian tinggi dan kemampuan menular lintas spesies. Meski hingga kini belum menjadi pandemi global, pemahaman mengenai cara penularan virus Nipah dinilai penting sebagai langkah pencegahan dini bagi masyarakat.

Berdasarkan data epidemiologis dan keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus Nipah merupakan virus zoonotik yang menular dari hewan ke manusia. Reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae, yang membawa virus tanpa menunjukkan gejala penyakit.

Penularan dari hewan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran kelelawar. Buah atau getah nira yang terbuka dan telah disentuh kelelawar menjadi salah satu sumber penularan yang sering dilaporkan, terutama di wilayah endemik seperti Bangladesh dan India.

Selain itu, hewan ternak seperti babi dapat menjadi perantara penularan. Babi yang terinfeksi virus dari kelelawar dapat menularkannya ke manusia melalui kontak langsung, seperti saat proses pemeliharaan, penyembelihan, atau penanganan hewan sakit. Pola ini pernah terjadi pada wabah besar Nipah di Malaysia pada 1998–1999.

Virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia terjadi melalui kontak erat dengan penderita, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur, lendir pernapasan, dan darah. Kasus penularan ini kerap ditemukan pada anggota keluarga pasien dan tenaga kesehatan yang tidak menggunakan alat pelindung diri secara memadai.

Otoritas kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin atau obat khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama, antara lain dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi buah terbuka, serta membatasi kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.

Komentar