Tapanuli Tengah (Riaunews.com) – Akses jalan menuju beberapa desa yang sebelumnya terisolasi akibat bencana kini mulai pulih dan dapat dilalui kendaraan. Sejumlah desa seperti Mardame, Rampa, Nauli, dan Naga Timbul sudah terhubung kembali sejak Kamis (11/12/2025). Namun dua desa lainnya, Bonandolod dan Simaninggir, masih tertutup material lumpur dengan ketinggian yang membuat kendaraan belum dapat melintas aman.
Plt Kepala Desa Rampa, Alfredo Banjarnahor, mengatakan bahwa desanya baru terbebas dari isolasi setelah 16 hari lumpuh total. Ia menyebut kondisi sebelumnya sangat memprihatinkan karena listrik juga padam selama masa terputusnya akses. “Akses mulai dibuka sejak hari ke enam belas. Setelah itu bantuan bisa masuk,” kata Alfredo, Jumat (12/12/2025).
Setelah akses terbuka, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan menuju Desa Rampa. Warga menerima beras, mie instan, dan ikan asin yang langsung disalurkan ke beberapa titik pengungsian. Alfredo menuturkan warga merasa lega karena distribusi bantuan kini berjalan lancar. “Kalau dulu harus berjalan kaki jauh,” ujarnya.
Meski demikian, Dusun II di Desa Rampa masih tertutup lumpur tebal dan belum dapat dilalui kendaraan. Warga setempat bernama Adrian menyambut baik kondisi terbaru, tetapi berharap pembersihan material segera tuntas. “Senang sudah bisa dilalui. Namun, akses ke rumah saya masih tertutup lumpur tinggi,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan jalur dari Tarutung ke Tapanuli Tengah sudah relatif bersih, meski beberapa titik masih dipenuhi lumpur ringan. Sejumlah alat berat terus bekerja untuk mempercepat pembersihan material yang tersisa agar akses semakin aman untuk masyarakat dan kendaraan pengangkut bantuan.
Aktivitas warga perlahan mulai pulih. Sebagian warga terlihat kembali berinteraksi di tepi jalan, sementara yang lain menunggu penyaluran bantuan berikutnya. Pemerintah daerah memastikan pembersihan jalan dan pendistribusian bantuan terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal.







Komentar