Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Berangsur Normal

Nasional, Pendidikan218 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah memastikan kegiatan pembelajaran siswa di wilayah Sumatra yang terdampak bencana mulai berangsur normal. Di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, proses belajar mengajar bahkan telah berjalan 100 persen, meski belum sepenuhnya optimal.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). Ia menyebut pemerintah terus melakukan percepatan pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana.

“Untuk daerah-daerah yang terdampak bencana, kami terus berusaha melakukan akselerasi. Untuk Sumatra Barat dan Sumatra Utara, pembelajaran sudah berlangsung 100 persen, hanya memang belum ideal,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, pola pembelajaran di kedua provinsi tersebut disesuaikan dengan kondisi pascabencana. Sejumlah sekolah masih menumpang di sekolah lain, sebagian menerapkan sistem belajar bergiliran pagi dan sore, sementara lainnya masih melaksanakan pembelajaran di tenda darurat.

Meski belum ideal, Abdul Mu’ti menegaskan seluruh sekolah di Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah memulai kembali kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, untuk Provinsi Aceh, tingkat keterlaksanaan pembelajaran baru mencapai sekitar 95 persen.

Ia menyebutkan, kendala utama di Aceh berada di Kabupaten Aceh Tamiang, karena sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat akibat bencana. Untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) guna memperkuat penanganan lintas kementerian.

Komentar