Penyakit Mulai Serang Pengungsi Tapteng, Anak-Anak Terjangkit Diare

Daerah, Kesehatan118 Dilihat

Tapanuli Tengah (Riaunews.com) – Penyakit mulai menyerang warga yang mengungsi pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara. Sejumlah anak di Posko Pengungsian Desa Aekraisan, Kecamatan Adiancoting, mengalami diare berat hingga disertai darah.

“Setelah kejadian tiga hari, anak-anak semuanya sakit, mencret campur darah, semua kena,” ujar Fitri, salah seorang pengungsi, Senin (8/12/2025). Ia menyebut tiga anaknya terserang penyakit tersebut, begitu pula anak-anak lain yang tinggal di posko.

Meski tidak mendapat penjelasan detail mengenai nama penyakit, Fitri mengaku bersyukur menerima obat-obatan dari puskesmas setempat. “Kata bidannya bisa berobat gratis. Bersyukurlah sama Tuhan, di posisi kayak gini ada bantuan,” ucapnya.

Fitri menambahkan, tidak ditemukan penyakit kulit seperti gatal-gatal di lokasi pengungsian. Namun gejala awal diare yang dialami anak-anak cukup mengkhawatirkan, mulai dari demam tinggi hingga kejang-kejang. “Udah mau mati aku, anak saya sampai terbalik matanya. Gak pernah sebelumnya. Mungkin karena banyak kuman, becek, banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari. Keputusan ini diambil lantaran hingga kini masih terdapat 19 desa yang terisolasi, menyulitkan penyaluran bantuan melalui jalur darat.

Masinton merinci lokasi yang masih terputus aksesnya, yakni:
Desa Simarpinggan, Pargaringan, Sialogo, Panjalihotan Baru, Danau Pandan, Muara Sibuntuon, Sibiobio, Bonandolo, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Desa Nauli, Bair, Aloban Bair, Mela Dolok, Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, dan Sipange.

“Hasil rapat koordinasi memutuskan memperpanjang status tanggap darurat 14 hari ke depan,” kata Masinton.

Dengan banyaknya desa yang masih terisolasi, pemerintah daerah bersama BNPB terus berupaya mempercepat pembukaan akses dan penyaluran bantuan, termasuk layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan para pengungsi.

Komentar