UWM Edukasi Siswa MAN 2 Kulon Progo tentang Pangan Fungsional dan Keamanan Pangan

Daerah, Pendidikan13 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Pengolahan Pangan Fungsional dan Keamanan Pangan” di MAN 2 Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) itu diikuti 60 siswa kelas XI Program Keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Tata Boga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian terdiri dari tiga dosen Program Studi Teknologi Pangan UWM, yakni Dyah Titin Laswati, Nissa Clara Firsta, dan Asepto Edi Saputro.

Ketua Tim Pengabdian, Dyah Titin Laswati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus membangun kesadaran terhadap aspek keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pangan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan apabila diolah dengan tepat. Di sisi lain, keamanan pangan menjadi aspek yang sangat penting untuk mencegah risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai keamanan pangan berbasis mikrobiologi, mulai dari bahaya kontaminasi mikroorganisme, penyebab keracunan pangan, hingga langkah pencegahan dalam proses pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan. Materi ini dinilai relevan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi tentang pangan fungsional dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Tim pengabdian memperkenalkan praktik pembuatan jus wortel dan pare sebagai minuman yang bermanfaat bagi kesehatan, serta inovasi pengolahan labu kuning menjadi minuman fungsional yang kaya serat dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan gizi remaja.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, Riza Faozi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sangat penting untuk memperluas wawasan siswa, terutama di bidang pengolahan pangan dan kewirausahaan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan praktik sederhana yang melibatkan peserta secara langsung. Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai pengembangan produk pangan sehat, keamanan pangan, hingga peluang inovasi pangan berbasis bahan lokal.

Melalui kegiatan ini, UWM berharap dapat terus memperkuat kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan guna meningkatkan literasi pangan, mendukung kesehatan masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.

Komentar