Abu Dhabi (Riaunews.com) – Red Bull menghadapi akhir pekan yang sulit di Abu Dhabi setelah Max Verstappen tertinggal cukup jauh dari pemimpin klasemen, Lando Norris, pada sesi latihan Jumat. Jika selisih waktu Norris dan Verstappen di FP1 hanya 0,008 detik, gap tersebut melebar menjadi 0,363 detik di FP2—sesi yang paling representatif untuk kondisi kualifikasi. Perubahan set-up yang dilakukan Red Bull justru tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Oscar Piastri yang masih bersaing di posisi tiga klasemen harus melewatkan FP1, digantikan Pato O’Ward untuk sesi rookie. Piastri kembali turun pada FP2 namun hanya berada di urutan ke-11. Situasi ini membuat McLaren tetap dalam posisi kuat menghadapi pertarungan gelar, terlebih Norris unggul 12 poin atas Verstappen menjelang balapan terakhir musim ini.
Penasihat Red Bull, Helmut Marko, mengakui timnya tidak berada dalam posisi nyaman. Ia menyebut RB21 mengalami understeer signifikan di sektor tiga Yas Marina, area yang didominasi tikungan 90 derajat. “Mobil kurang stabil dan sedikit memantul. Perubahan set-up tidak memberi efek seperti yang kami harapkan,” ujarnya. Meski begitu, ia menegaskan Red Bull masih memiliki peluang memperbaiki performa sebelum kualifikasi.
Red Bull secara tradisional menjalankan mode mesin lebih rendah pada hari Jumat, tetapi Marko menilai masalah utama bukan pada tenaga, melainkan degradasi ban medium yang lebih buruk dibanding McLaren. Di Abu Dhabi, butiran pada ban kanan depan menjadi pemicu degradasi yang kemudian menyebar ke seluruh roda, terutama saat pembalap mencoba mengurangi understeer dengan menggeser bagian belakang mobil.
Situasi semakin menantang karena Marko tidak melihat Mercedes maupun Ferrari cukup cepat untuk mengganggu McLaren dalam perebutan strategi atau poin. Ini berarti Red Bull harus mengandalkan kekuatan sendiri tanpa berharap rival ikut memperlambat laju Norris. “Kami tidak bisa bergantung pada kesalahan lawan tiga kali,” tegasnya.
Manajemen ban diprediksi menjadi kunci pada balapan yang mayoritas akan berlangsung dengan kombinasi medium dan hard. Baik Red Bull maupun McLaren menyimpan set ban berbeda untuk strategi balap, namun performa Norris sejauh ini menunjukkan keunggulan jelas. Marko bahkan menyebut, “Sayangnya Norris lebih cepat bukan Piastri. Kami lebih suka sebaliknya.”







Komentar