Verstappen Kritik Red Bull, Nilai Penurunan Lawson Terlalu Dini

Motorsport242 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Max Verstappen mengaku tidak setuju dengan keputusan Red Bull Racing yang menurunkan Liam Lawson hanya dua balapan menjelang Formula 1 musim 2025. Menurut juara dunia empat kali itu, keputusan tersebut terlalu cepat dan berpotensi merusak peluang pembalap muda untuk berkembang di tim papan atas.

Lawson yang promosi dari Racing Bulls untuk menggantikan Sergio Perez memang tampil kurang meyakinkan. Ia tersingkir di Q1 pada debutnya di GP Australia dan mengalami kecelakaan, lalu gagal meraih poin di GP China setelah start dari posisi terakhir. Kondisi itu membuat Red Bull memilih menggantinya dengan Yuki Tsunoda.

“Saya tidak setuju dengan keputusan itu. Dua balapan masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan,” ujar Verstappen kepada Viaplay. Ia menilai Lawson sebenarnya menunjukkan performa baik saat masih membela Racing Bulls dan seharusnya diberi waktu lebih panjang untuk beradaptasi.

Namun, masuknya Tsunoda juga tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Sepanjang musim, pembalap Jepang itu hanya mengoleksi 30 poin dan finis ke-17 di klasemen, sementara Verstappen harus puas sebagai runner-up di bawah Lando Norris. Situasi ini kembali menegaskan persoalan lama Red Bull dalam menemukan pembalap kedua yang mampu menyaingi performa Verstappen.

Sejak Daniel Ricciardo hengkang pada 2018, Red Bull kesulitan mendapatkan tandem ideal. Nama-nama seperti Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez, Lawson, hingga Tsunoda belum mampu memberi kontribusi konsisten, yang berdampak pada kegagalan Red Bull merebut gelar konstruktor di beberapa musim.

Meski demikian, Verstappen menilai pendekatan Red Bull bukan sepenuhnya keliru. Ia hanya menekankan pentingnya memiliki pembalap kedua yang kuat dan stabil demi kepentingan tim. Ia juga menatap optimistis musim 2026, saat Isack Hadjar diproyeksikan menjadi rekan setimnya di era regulasi baru Formula 1.

Komentar