Penyakit Pascabencana Mulai Merebak di Sumatra, Kemenkes Catat Ribuan Kasus

Kesehatan, Nasional110 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berbagai penyakit mulai merebak di lokasi terdampak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan tiga gangguan kesehatan yang paling banyak dialami warga, yakni penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare. Bencana yang menewaskan 883 jiwa tersebut turut memicu penurunan kualitas lingkungan yang meningkatkan risiko penyakit.

Kemenkes melalui akun resmi X @KemenkesRI, Sabtu (6/12/2025), menyebut keluhan penyakit kulit menjadi kasus paling banyak ditemukan. Selain itu, kondisi genangan air dan kurangnya akses sanitasi membuat potensi penyebaran penyakit menular semakin besar di wilayah terdampak.

Di Aceh, laporan kesehatan mencatat 238 kasus penyakit kulit, 126 kasus ISPA, dan 49 kasus diare. Sementara di Sumatera Barat, ISPA menjadi keluhan terbanyak dengan 181 kasus, diikuti demam 131 kasus dan hipertensi 103 kasus. Dominasi penyakit pernapasan di wilayah tersebut diduga berkaitan dengan tingginya paparan debu dan kualitas udara yang menurun pascabencana.

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi. Kemenkes mencatat 2.824 kasus penyakit kulit, 2.436 kasus ISPA, dan 738 kasus influenza-like illness (ILI). Lonjakan ini mengindikasikan perlunya penanganan kesehatan yang lebih intensif di wilayah tersebut, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat diminta mengonsumsi makanan dan minuman yang matang, mencuci tangan memakai sabun, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas, terutama di area tergenang.

Kemenkes juga mengingatkan potensi meningkatnya penyakit menular seperti leptospirosis dan demam berdarah akibat genangan air dan perkembangbiakan nyamuk. Pemerintah meminta warga tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala penyakit pascabencana.

Komentar