Generasi di Bawah Cengkeraman Kapitalis Sekuler

Opini480 Dilihat

Oleh. Ina Ariani (Aktivis Muslimah)

Berbicara tentang remaja tidak pernah ada habisnya. Rasa keingintahuan dan penasaran mereka sangat tinggi. Tapi sayang, rasa penasaran dan keingintahuannya yang tinggi bukan untuk mengukir prestasi gemilang. Namun sebaliknya, kerusakan di berbagai sendi.

Tingginya angka kriminalitas remaja bagaikan gunung es, yang tak terbendung. Beberapa hari lalu viral video pemukulan terhadap siswa pelajar berseragam Pramuka di SMK negeri 2 Pangkep Sulawesi Selatan, aksi tersebut dilakukan di depan sekolah. Beritasatu.com

Di sisi lain, telah di amankan sebanyak 54 pelajar diduga akan tawuran sekitar pukul 03.00 Wib. Di Serpong, Tangerang Selatan. Kompas.com. Sementara di Jawa Barat, Kota Bandung, seorang pelajar SMK ditemukan tewas ditusuk temannya sendiri. Mayat pelajar ditemukan di pelataran bengkel Jalan Cikuda, Kelurahan Pasir Biru, Bandung. Beritasatu.com

Fakta di atas hanya sebagian kecil, banyak lagi kasus kriminalitas remaja lainnya yang menyesakkan dada. Kehidupan generasi dalam sistem Kapitalisme diliputi dengan berbagai kemaksiatan, seperti narkoba, tawuran, pembegalan dll. Selain itu, generasi juga lemah dalam mengendalikan dirinya dalam menghadapi persoalan termasuk kecemasan dan ketakutan.

Apa yang di alami generasi hari ini adalah buah dari sistem sekuler, yang memisahkan aturan Agama dari aturan kehidupan. Agama akan menjadi racun yang menghalagi keinginan manusia. Walhasil, generasi yang tumbuh dalam sistem kapitalis sekuler menjadi generasi yang rapuh dan ingkar terhadap aturan Allah SWT dan tidak takut akan murkaNya.

Standar perbuatannya tidak lagi di dasari pada akidah Islam yang benar, tapi sekuler liberal sehingga menjadikan manusia hidup bebas tanpa aturan, tidak lagi kenal mana yang halal maupun yang haram. Yang penting nafsunya terpuaskan, tidak mengenal dosa dan siksa.

Sistem pendidikan sekuler-kapitalis gagal membentuk generasi berkepribadian Islam. Output pendidikan sekuler adalah generasi yang tidak tahu jati dirinya sebagai Muslim, sehingga tidak paham bagaimana harusnya berpikir dan bertindak yang benar sesuai misi penciptaan.

Sangat di sayangkan, generasi adalah penerus masa depan bangsa, yang harus di jaga, dilindungi dan mengarahkan tujuan hidup sesuai perintah dan meninggalkan apa-apa yang menjadi larangan Allah.

Terbukti kapitalisme adalah sumber kerusakan. Tidak adanya lingkungan sosial yang suportif membentuk kepribadian generasi. Media hari ini pun bebas kontrol dan memuat berbagai pemikiran yang merusak generasi.

Berbagai persoalan generasi membutuhkan sistem yang mampu memberikan solusi komprehensif, yakni penerapan sistem Islam di bawah institusi negara Khilafah. Islam akan menjadikan negara sebagai penanggung jawab segala urusan umat, termasuk membentuk kepribadian mulia generasi.

Sistem pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penanaman nilai akademis, tapi juga membentuk kepribadian Islam pada generasi. Dari sini, masyarakat pun akan memahami Islam dan mensuasanakan generasi dalam ketaatan. Negara Khilafah juga akan mengontrol media sebagai sarana edukasi dan dakwah semata.

Oleh karena itu harus ada solusi untuk masalah yang dihadapi generasi sekarang. Jika tidak segera diatasi, maka generasi masa depan akan menjadi generasi yang tidak lagi ingin menyebarkan ajaran Islam. Generasi yang tidak lagi mengerti bahwa Islam itu mulia dan patut diperjuangkan. Yang mereka kenal nanti adalah hidup menurut keinginan sendiri, bebas melakukan apa yang mereka mau.

Budaya yang bebas dan tidak terbatas mulai merusak generasi muda. Akhirnya, generasi yang berilmu dan beriman tidak akan pernah muncul jika sistem sekuler masih mendominasi negeri ini. Diperlukan sistem yang mampu memperbaiki kondisi generasi saat ini. Semoga segera terwujud sistem Islam dalam sebuah institusi negara. Karena generasi adalah aset yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan. Oleh karena itu, negara harus mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi generasi muda.

Komentar