Penggiat Harap Festival Lampu Colok 2026 di Bengkalis Tetap Digelar

Bengkalis, Budaya225 Dilihat

Bengkalis (Riaunews.com) – Para penggiat lampu colok di Kabupaten Bengkalis berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis tetap melaksanakan Festival Lampu Colok Tahun 2026. Selain melestarikan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu, festival ini dinilai menjadi penyemangat bagi para pemuda untuk menampilkan kreasi terbaik.

Ade Destri Kurniawan, pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, mengaku mendengar kabar bahwa tahun ini festival tidak digelar. Hal itu diperkuat dengan belum dibukanya pendaftaran peserta seperti tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya setiap tahun pendaftaran festival lampu colok sudah dibuka. Tapi sampai hari ini belum ada informasi resmi,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Ade, pada 2025 lalu Pangkalan Batang Barat meraih prestasi Terbaik I dan Harapan I. Meski belum ada kepastian festival digelar, para pemuda tetap melakukan persiapan, mulai dari mencari kayu hingga membangun menara lampu colok secara gotong royong bersama masyarakat. Ia menegaskan, festival bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk apresiasi dan pembinaan dari Disparbudpora terhadap masyarakat yang konsisten menjaga tradisi.

CAKAPLAH.com telah mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Disparbudpora Bengkalis, namun belum memperoleh keterangan resmi terkait pelaksanaan festival 2026. Sumber internal menyebutkan tahun ini festival tidak dilaksanakan karena terkendala anggaran.

Lampu colok merupakan tradisi masyarakat Bengkalis yang dinyalakan setiap malam 27 Ramadan atau malam tujuh likur menjelang Idulfitri. Dahulu, lampu colok berfungsi sebagai penerang jalan bagi warga yang hendak membayar zakat fitrah. Kini, lampu colok dibuat lebih variatif dalam bentuk miniatur masjid dan lafaz Allah, dikerjakan secara gotong royong oleh kaum tua dan muda. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 2021 dan menjadi daya tarik wisata religi masyarakat setiap akhir Ramadan.

Komentar