Demo di Iran Kian Meluas Meski Internet Dipadamkan, Ribuan Turun ke Jalan Tantang Rezim

Internasional212 Dilihat

Iran (Riaunews.com) – Gelombang demonstrasi di Iran terus berlanjut meski pihak berwenang memberlakukan pemadaman internet sejak Kamis (8/1/2026). Aksi protes ini dipicu oleh penindakan aparat terhadap gerakan demonstrasi yang semakin meluas di sejumlah kota.

Meski akses internet dibatasi, video yang bocor ke luar negeri menunjukkan ribuan orang tetap turun ke jalan di Teheran hingga Sabtu pagi. Para demonstran terdengar meneriakkan slogan “Matilah Khamenei” dan “Hidup Shah”, sebagai bentuk penolakan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan dukungan terhadap monarki Pahlavi yang tumbang pada Revolusi Islam 1979.

Protes kembali pecah pada Sabtu malam di kawasan utara Teheran. Video yang diverifikasi AFP dan rekaman dari TRT World memperlihatkan kembang api dinyalakan di Lapangan Punak, massa memukul panci, serta satu masjid dilaporkan terbakar di tengah aksi tersebut.

Aksi serupa juga terjadi di Mashhad, kota kelahiran Khamenei. Dikutip dari The Guardian, para demonstran berpawai di jalan-jalan kota itu sementara api terlihat berkobar, menandai pembangkangan terbuka di wilayah yang selama ini dianggap sebagai basis loyalis rezim.

Di tengah situasi tersebut, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras. Ia memperingatkan otoritas Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran dan menyatakan Amerika Serikat “siap membantu” perjuangan kebebasan rakyat Iran, meski tanpa penjelasan rinci.

Sementara itu, pemerintah Iran memperingatkan warga agar tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa. Jaksa Agung Mohammad Mahvadi Azad menyebut demonstran dapat dianggap sebagai “musuh Tuhan”, tuduhan berat yang berpotensi berujung hukuman mati. Pemblokiran internet yang terus berlanjut membuat media internasional kesulitan memastikan skala pasti demonstrasi yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Komentar