Ahmed Al Ahmed, Warga Sipil yang Melucuti Penembak di Sydney, Dipuji sebagai Pahlawan

Internasional236 Dilihat

Sydney (Riaunews.com) – Ahmed Al Ahmed (43), seorang pemilik toko buah di Sydney, dipuji sebagai pahlawan setelah terekam kamera melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang. Aksi beraninya terjadi saat festival Yahudi Hanukkah berlangsung dan rekamannya telah ditonton lebih dari 22 juta kali di media sosial.

Dalam video tersebut, Ahmed terlihat mendekati pelaku dari belakang ketika amunisi penembak hampir habis, lalu memeluk dan merebut senjata laras panjang dari tangannya. Tak lama setelah itu, Ahmed ditembak empat hingga lima kali di bagian bahu oleh pelaku lain. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif dan menunggu beberapa operasi karena sejumlah peluru masih bersarang di tubuhnya.

Orang tua Ahmed, Mohamed Fateh Al Ahmed dan Malakeh Hasan Al Ahmed, menyebut putra mereka sebagai pahlawan. Keduanya baru beberapa bulan tiba di Sydney dari Suriah dan telah terpisah lama dari Ahmed yang datang ke Australia sejak 2006. Sang ibu mengaku syok dan terus menangis saat menerima kabar bahwa putranya tertembak dalam sebuah insiden yang awalnya disebut sebagai “kecelakaan”.

Menurut penuturan keluarga, Ahmed sedang minum kopi bersama seorang teman ketika mendengar suara tembakan. Ia melihat salah satu pelaku bersembunyi di balik pohon dan memutuskan bertindak ketika pelaku kehabisan peluru. Dalam situasi itu, pelaku lain disebut masih berada di jembatan dan sempat menembak Ahmed hingga mengenai bahunya.

Ayah dua anak perempuan berusia tiga dan enam tahun itu dikenal sebagai pribadi yang tidak membeda-bedakan latar belakang siapa pun. “Dia melihat orang-orang sekarat dan kehilangan nyawa. Dia tidak memikirkan siapa mereka atau dari mana asalnya,” ujar sang ayah, seraya menegaskan bahwa putranya bertindak demi kemanusiaan.

Sementara itu, penggalangan dana yang dibuat atas nama Ahmed Al Ahmed telah mengumpulkan lebih dari 550.000 dolar Australia hanya dalam waktu 12 jam, sebagai bentuk dukungan publik atas keberanian dan pengorbanannya dalam mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Komentar