Kebakaran Hutan Meluas di Australia Tenggara, 300 Ribu Hektare Lahan Hangus

Australia (Riaunews.com) – Kebakaran hutan meluas di wilayah tenggara Australia sejak Sabtu (10/1/2026), dengan sedikitnya 300.000 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar. Kondisi cuaca ekstrem dengan suhu udara melampaui 40 derajat Celsius mempercepat penyebaran api dan menyulitkan upaya pemadaman.

Negara bagian Victoria menjadi wilayah terdampak terparah. Hingga Sabtu, lebih dari 300.000 hektare lahan terbakar dan sedikitnya 10 titik api besar masih belum berhasil dikendalikan. Kebakaran juga menghancurkan sedikitnya 130 bangunan serta menyebabkan sekitar 38.000 rumah dan fasilitas bisnis mengalami pemadaman listrik.

Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, menyatakan pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menghadapi kebakaran. Pemerintah bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran dan relawan guna melindungi keselamatan warga dan meminimalkan kerugian lebih lanjut.

“Kebakaran menyebabkan banyak kehilangan, rumah dan usaha warga terdampak serius. Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Jacinta Allan melalui akun Instagram resminya, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu, negara bagian New South Wales juga terdampak kebakaran hebat, terutama di wilayah perbatasan dengan Victoria. Beberapa titik api mencapai tingkat bahaya tertinggi, dengan suhu di Sydney tercatat mencapai 42,2 derajat Celsius atau sekitar 17 derajat di atas rata-rata Januari.

Pemerintah federal Australia turut turun tangan menangani krisis tersebut. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut kebakaran ini sebagai krisis nasional dan memastikan dukungan penuh bagi pemerintah daerah, termasuk dalam proses pemulihan pascabencana.

Komentar