DPR Dorong Masjid Jadi Tempat Singgah Pemudik Lebaran 2026

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mengingatkan pemerintah daerah agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memaksimalkan masjid sebagai tempat singgah bagi para pemudik.

Hendry mengatakan, masjid dapat menjadi alternatif rest area yang lebih efektif dibandingkan tenda atau fasilitas sementara lainnya. Menurutnya, pemudik umumnya lebih memilih singgah di masjid untuk beristirahat sekaligus menunaikan ibadah.

“Umumnya rest area adalah tenda atau sejenisnya, sehingga banyak pemudik enggan singgah. Pemudik pasti mencari masjid, minimal untuk melaksanakan salat, dan ini juga dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan lainnya,” kata politikus PKS tersebut dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Ia menilai pemanfaatan masjid sebagai tempat singgah juga lebih efisien dari sisi anggaran. Pemerintah daerah tidak perlu menyiapkan fasilitas tambahan seperti tenda karena sarana yang dibutuhkan sudah tersedia di lingkungan masjid.

Menurut Hendry, jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar 155 juta orang. Karena itu, pengelolaan fasilitas pendukung mudik harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

“Pemudik tahun ini sangat tinggi, menurut informasi yang kita dapatkan mencapai angka 155 juta jiwa. Ini kalau tidak dikelola dengan baik maka akan jadi masalah,” ujarnya.

Sediakan Menu Berbuka dan Sahur

Selain menyediakan tempat singgah, Hendry juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan menu berbuka puasa maupun sahur secara gratis bagi para pemudik. Ia menilai peran pemerintah daerah penting untuk mendukung pengurus masjid yang mungkin memiliki keterbatasan fasilitas.

Menurutnya, pelayanan tersebut sekaligus dapat menjadi bentuk kepedulian masyarakat setempat kepada para pemudik yang melintasi daerah mereka.

“Ini juga menjadi amal ibadah bagi jamaah setempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melewati daerah mereka. Sikap saling asih ini memperkuat rasa persatuan masyarakat, peran pemerintah di sini sebagai katalisator,” kata Hendry.

Pemerintah Siapkan Rest Area Alternatif

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan sejumlah masjid sebagai rest area alternatif bagi pemudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, khususnya di jalur arteri.

Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan fasilitas istirahat sangat dibutuhkan oleh para pemudik selama perjalanan.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa simpul-simpul di arteri yang cocok untuk rest area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan masjid sebagai rest area juga,” ujar Toni saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Selain masjid, pemerintah juga menyiapkan buffer zone di sejumlah jalur mudik. Kantong parkir tersebut disiapkan untuk menampung kendaraan ketika terjadi kepadatan di jalur utama.

Dengan adanya fasilitas tambahan tersebut, pemerintah berharap kepadatan kendaraan saat arus mudik dapat berkurang dan pemudik memiliki tempat yang aman untuk beristirahat selama perjalanan.

Komentar