Dumai (Riaunews.com) – Sebanyak 51 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Dumai, Sabtu (7/3/2026). Kedatangan para PMI tersebut disambut oleh BP3MI Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dumai.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, mengatakan pemulangan PMI deportasi dari Malaysia masih terus berlangsung, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Sebelumnya, pada pekan lalu sebanyak 114 PMI juga telah dipulangkan melalui KJRI Johor Bahru dan tiba di Dumai.
“Kami kembali menerima saudara-saudara kita pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia sebanyak 51 orang. Sebelumnya pada minggu lalu sebanyak 114 orang juga telah dipulangkan melalui KJRI Johor Bahru ke Pelabuhan Dumai,” ujar Fanny.
Menurutnya, mayoritas PMI yang dipulangkan merupakan pekerja migran nonprosedural atau tidak memiliki dokumen resmi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, Aceh, dan Sumatera Utara, dengan jumlah terbanyak berasal dari NTB.
Total 165 PMI Dipulangkan Selama Ramadan
Fanny menjelaskan selama bulan Ramadan ini sudah dua kali dilakukan pemulangan PMI deportasi melalui Pelabuhan Dumai. Jika ditotal, jumlahnya mencapai sekitar 165 orang.
“Dalam bulan puasa ini kita sudah dua kali menerima pemulangan deportasi. Minggu lalu sebanyak 114 orang dan hari ini 51 orang. Artinya total sekitar 165 pekerja migran telah dipulangkan selama Ramadan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan kemungkinan pemulangan PMI dari Malaysia masih akan terus berlangsung hingga menjelang Lebaran. Biasanya para pekerja migran tersebut dipulangkan agar dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
BP3MI Riau memastikan seluruh PMI yang tiba akan didata serta difasilitasi untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Sebagian besar PMI dalam kondisi sehat, meskipun ada beberapa yang mengalami keluhan kesehatan ringan seperti demam. Selain itu, terdapat satu PMI perempuan yang sedang hamil sekitar empat bulan.







Komentar