Putin Tawarkan Diri untuk Mediasi Ketegangan Iran dan Israel-AS

Moskow (Riaunews.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan diri untuk memediasi ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Teluk di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kremlin mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang disebut sebagai “agresi tanpa provokasi”.

Dalam upaya meredakan situasi, Putin melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, serta Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Kremlin menyatakan Moskow juga terus menjalin komunikasi intensif dengan kepemimpinan Iran, seperti dilaporkan The Jerusalem Post, Selasa (3/3/2026).

Dalam percakapannya dengan Presiden UEA, Putin menyampaikan kesiapan Rusia untuk menjadi penghubung dan menyampaikan keluhan Abu Dhabi kepada Teheran. Kedua pemimpin menekankan pentingnya gencatan senjata segera serta perlunya kembali ke jalur politik dan diplomatik guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Kepada Emir Qatar, Putin menyampaikan kekhawatiran atas potensi meluasnya konflik dan risiko keterlibatan negara-negara lain di kawasan. Sementara dalam pembicaraan dengan Raja Bahrain, ia menegaskan Rusia siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi.

Kremlin menegaskan Rusia berkepentingan untuk melanjutkan proses negosiasi tersebut. Di saat yang sama, Moskow berupaya mempertahankan peran strategisnya dalam dinamika geopolitik Timur Tengah melalui hubungan erat dengan Teheran dan negara-negara Teluk.

Komentar