F1 Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi Akibat Konflik AS–Israel dengan Iran

Militer, Motorsport155 Dilihat

Paris (Riaunews.com) – Ajang Formula One secara resmi membatalkan dua seri balapan di Timur Tengah, yakni Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix, yang semula dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Keputusan tersebut diambil bersama federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), menyusul eskalasi konflik di kawasan Teluk akibat perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran.

Pembatalan ini membuat kalender balap F1 memiliki jeda lima minggu antara seri Japanese Grand Prix pada akhir Maret dan Miami Grand Prix yang digelar pada pekan pertama Mei.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, konflik meluas ke wilayah Teluk, termasuk serangan balasan Iran yang menyasar beberapa negara, di antaranya Bahrain.

Seri Bahrain Grand Prix sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2026, sementara balapan di Jeddah, Saudi Arabian Grand Prix, direncanakan digelar satu pekan setelahnya. Namun karena situasi keamanan yang belum menentu, F1 memutuskan untuk membatalkan kedua balapan tersebut.

Tidak Ada Seri Pengganti

Pihak F1 sempat mempertimbangkan sejumlah sirkuit alternatif seperti Autodromo Enzo e Dino Ferrari di Italia dan Algarve International Circuit di Portugal. Namun berbagai kendala logistik dan komersial membuat rencana tersebut tidak dapat direalisasikan.

Akibatnya, dua seri tersebut tidak akan digantikan dalam kalender musim 2026. Keputusan ini juga berdampak pada pembatalan balapan pendukung seperti FIA Formula 2 Championship, FIA Formula 3 Championship, serta F1 Academy yang sedianya digelar pada akhir pekan yang sama.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

“FIA akan selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan komunitas kami sebagai prioritas utama. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, kami menilai keputusan ini adalah langkah yang paling tepat dalam situasi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, dampak konflik kawasan juga memengaruhi kejuaraan lain. FIA World Endurance Championship telah memindahkan seri pembuka musim di Qatar dari 28 Maret menjadi 24 Oktober, sementara MotoGP juga tengah mengupayakan penjadwalan ulang balapan di Doha.

Padatnya kalender balap musim 2026 membuat tidak ada ruang untuk menjadwalkan ulang seri Bahrain maupun Arab Saudi di akhir musim.

Komentar