Gelombang Demonstrasi Eropa Meluas, Protes Serangan AS-Israel ke Iran

Internasional218 Dilihat

London (Riaunews.com) – Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di London pada Sabtu (21/3), menjadi bagian dari gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai negara Eropa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Aksi di London berlangsung dari Russell Square menuju Whitehall. Para demonstran membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti-perang, menyerukan penghentian serangan serta menolak intervensi asing di Timur Tengah.

Seruan Gencatan Senjata

Sejumlah peserta aksi menyuarakan kritik keras terhadap operasi militer yang dilakukan Washington. Salah satu demonstran, Mariam, menyebut penamaan operasi tersebut sebagai “Epic Fury” justru sebagai “Epic Failure”.

Pengunjuk rasa lain, Adrian dari Birmingham, menilai serangan terhadap Iran sebagai tindakan berlebihan yang berpotensi memicu dampak global, termasuk lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketidakstabilan keamanan internasional.

Meluas ke Berbagai Negara

Aksi serupa juga terjadi di berbagai kota Eropa. Di Lisbon, ratusan orang berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS dalam demonstrasi yang didukung lebih dari 70 kelompok masyarakat sipil, menyerukan perdamaian dan pelucutan senjata.

Sementara di Madrid, sekitar 4.000 orang turun ke jalan dari Atocha menuju Puerta del Sol. Mereka membawa spanduk bertuliskan “No to war, no to NATO”.

Aksi juga berlangsung di Sofia, serta dilaporkan terjadi di negara lain seperti Prancis dan Yunani.

Kritik terhadap Kebijakan Barat

Selain dari masyarakat, kritik juga datang dari kalangan akademisi. Rob de Wijk dari Universitas Leiden menyebut tindakan AS sebagai bentuk “pemerasan terang-terangan” yang berpotensi mengancam keamanan Eropa.

Ia menilai negara-negara Eropa perlu mengurangi ketergantungan terhadap AS dan memperkuat otonomi strategis mereka di tengah meningkatnya ketegangan global.

Komentar