Melbourne (Riaunews.com) – Tim Aston Martin F1 Team dikabarkan menghadapi krisis serius menjelang Grand Prix Australia setelah mengalami berbagai kendala pada mesin Honda yang digunakan dalam pengembangan mobil AMR26. Permasalahan tersebut disebut membuat tim berbasis di Silverstone itu gagal menjalankan program uji coba pramusim secara optimal di Bahrain.
Dalam laporan yang beredar, mesin V6 turbo rancangan Honda mengalami getaran berlebih yang memicu kegagalan pada sistem baterai hybrid yang terpasang di dalam sasis. Situasi ini menyebabkan mobil lebih banyak berada di garasi ketimbang di lintasan, sekaligus mengganggu evaluasi performa serta jadwal pengembangan.
Disebutkan pula bahwa beberapa kegagalan mesin terjadi selama pengujian di Bahrain, sehingga memengaruhi ketersediaan suku cadang. Tim bahkan sempat mempertimbangkan opsi force majeure untuk melewatkan seri pembuka musim di Melbourne, namun langkah tersebut dinilai berisiko terhadap komitmen dalam perjanjian komersial Formula 1.
Bos tim Adrian Newey dilaporkan membentuk unit krisis untuk berkoordinasi langsung dengan teknisi Honda di Sakura, Jepang. Chief Strategy Officer Aston Martin, Andy Cowell, juga disebut telah diterbangkan ke Jepang guna membantu memulihkan keandalan dasar mesin sebelum fokus pada peningkatan performa.
Krisis ini disebut berdampak pada citra tim yang didukung miliarder Lawrence Stroll. Setelah investasi besar dalam fasilitas modern dan perekrutan personel kunci, ambisi Aston Martin untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia kini disebut menghadapi tantangan berat di awal era teknis baru Formula 1.







Komentar