Pekanbaru (RIaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali melakukan penataan pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) sebagai upaya memaksimalkan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penataan dilakukan dengan memperbaiki sistem pengelolaan CFD yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, mengatakan CFD selama ini belum dikelola secara struktural, meskipun berada di bawah naungan Disperindag dan memiliki potensi besar sebagai sumber PAD. Akibatnya, kontribusi pendapatan dari kegiatan tersebut belum maksimal.
Melihat kondisi itu, Disperindag mengambil kebijakan menyerahkan pengelolaan CFD kepada badan usaha. Saat ini, pengelolaan CFD dipercayakan kepada Koperasi Kodim yang dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola kawasan usaha, salah satunya kawasan kuliner malam Cut Nyak Dien.
Iwan menegaskan, meskipun pengelolaan CFD dilakukan oleh Koperasi Kodim, seluruh retribusi yang dipungut dari pedagang tetap akan disetorkan ke kas daerah sebagai PAD Kota Pekanbaru. Pengelolaan oleh badan usaha diharapkan mampu menciptakan ketertiban sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Disperindag juga meminta pihak pengelola untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Sosialisasi tersebut mencakup mekanisme pengelolaan, besaran iuran, serta penataan lapak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.
Menurut Iwan, sebagian besar pedagang justru menyambut baik kehadiran Koperasi Kodim sebagai pengelola CFD. Pedagang menilai aktivitas jual beli menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman dengan adanya pengelolaan yang lebih jelas.







Komentar