Kemenkes Imbau Waspada Virus Nipah Meski Belum Ada Kasus di Indonesia

Kesehatan, Nasional142 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus penularan pada manusia di Indonesia. Imbauan ini disampaikan menyusul laporan kasus virus nipah yang kembali muncul di India.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menyebut virus nipah merupakan penyakit zoonotik dengan inang alami kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui hewan perantara seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk buah atau nira yang terpapar virus.

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi virus nipah pada manusia di Indonesia. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena Indonesia termasuk wilayah berisiko, mengingat kedekatan geografis dan mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa,” ujar Murti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Murti mengungkapkan, hasil penelitian di Indonesia telah menemukan bukti serologis dan deteksi virus nipah pada kelelawar buah (Pteropus sp.). Temuan ini menunjukkan adanya potensi sumber penularan di dalam negeri yang perlu diantisipasi secara serius.

Selain penularan dari hewan ke manusia, virus nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat. Gejala klinisnya bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berakibat fatal.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes meminta dinas kesehatan di seluruh daerah untuk memperkuat pemantauan kasus suspek meningitis atau ensefalitis, ILI, SARI, ISPA, dan pneumonia. Masyarakat juga diimbau tidak mengonsumsi nira atau aren mentah, memastikan buah dicuci dan dikupas dengan bersih, serta menghindari konsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar.

Komentar