Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua, literasi digital, serta penguatan keluarga untuk melindungi anak dari paparan ideologi kekerasan, khususnya melalui media sosial. Menurutnya, ruang digital kini menjadi medium yang rentan dimanfaatkan kelompok ekstrem untuk menyasar anak-anak.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan maupun pengaruh ideologi ekstrem,” ujar Arifah Fauzi saat berada di Medan, Sumatra Utara, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah ketika menemui seorang anak yang berstatus saksi dalam proses penyelidikan dugaan tindak pidana terorisme di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penegakan hukum.
Menteri PPPA juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah radikalisme pada anak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Koordinasi dilakukan bersama UPTD PPA Kabupaten Langkat, Unit PPA Polres Langkat, Dinas Sosial, Balai Pemasyarakatan, serta Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
“Kami memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung, termasuk pendampingan psikologis, perlindungan identitas, serta pemenuhan hak tumbuh kembangnya,” kata Arifah. Ia juga mengapresiasi langkah aparat yang sejak awal mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Berdasarkan hasil penyelidikan, anak tersebut diduga terpapar paham radikalisme melalui media sosial. Pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya kerentanan pada aspek kognitif dan emosional, serta kebutuhan penerimaan sosial yang tinggi, meski tidak ditemukan indikasi gangguan perilaku berat.
Arifah menegaskan, pendekatan pemulihan berbasis keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dinilai paling tepat untuk mendukung proses pemulihan anak. “Anak harus mendapatkan dukungan psikologis, penguatan karakter, dan lingkungan yang aman agar dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal,” pungkasnya.







Komentar