Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perwakilan RI di Myanmar dan Thailand. Kemlu memastikan seluruh WNI dapat keluar dari wilayah konflik dan kembali ke Indonesia dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan keberhasilan pemulangan tersebut merupakan hasil proses panjang dan intensif. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama KBRI Yangon dan KBRI Bangkok. “Ini merupakan upaya bersama yang dilakukan oleh KBRI Yangon dan KBRI Bangkok,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Ia menjelaskan, pemulangan kali ini merupakan gelombang keempat dari wilayah Myawaddy, menyusul evakuasi gelombang ketiga yang dilakukan pada 21–22 Januari 2026. Pemerintah RI terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi WNI yang berada di luar negeri.
Kemlu juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi nasional, antara lain KP2MI, Bareskrim Polri, PPATK, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Kementerian Sosial. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan penegakan hukum dan mencegah kasus serupa terulang.
Menurut Yvonne, sejumlah WNI bersedia bekerja sama dengan aparat untuk melaporkan dugaan perekrut. Mereka diduga terjebak sindikat penipuan daring lintas negara, menyusul operasi penertiban yang digencarkan militer Myanmar sejak Oktober hingga November 2025.
Komentar