Hampir 3.000 WNI Eks Sindikat Penipuan Daring Datangi KBRI Phnom Penh

Phnom Penh (Riaunews.com) – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) eks sindikat penipuan daring yang melapor ke KBRI Phnom Penh, Kamboja, terus bertambah. Sejak 16 Januari hingga 31 Januari 2026 pukul 17.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 2.887 WNI mendatangi KBRI untuk meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengatakan sebagian besar WNI memilih menginap di guest house atau hotel secara mandiri sambil menunggu proses deportasi. Sementara itu, lebih dari 900 WNI lainnya kini berada di penampungan sementara yang dikoordinasikan KBRI Phnom Penh bersama otoritas setempat.

“Di lokasi penampungan tersebut, kebutuhan dasar para WNI seperti makanan dan minuman tetap diperhatikan. KBRI berupaya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi selama menunggu proses kepulangan ke Indonesia,” ujar Santo.

Ia menjelaskan, dengan dukungan tim perbantuan teknis dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, proses asesmen laporan WNI terus dipercepat. Termasuk di dalamnya penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

Santo menambahkan, pada Jumat (30/1/2026) sebanyak 36 WNI telah dipulangkan ke Indonesia. Selanjutnya, pada Sabtu (31/1/2026) dijadwalkan kepulangan 30 WNI lainnya, dan diharapkan jumlah tersebut terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Namun demikian, Santo mengingatkan bahwa jumlah WNI yang melapor masih lebih besar dibandingkan dengan yang telah kembali ke tanah air. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penampungan sementara menjadi kelebihan kapasitas, sehingga KBRI mengimbau seluruh WNI untuk menjaga kebersihan dan kesehatan selama berada di lokasi penampungan.

Komentar