Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan penanganan banjir di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penataan dan perbaikan sistem drainase agar aliran air tetap lancar saat curah hujan tinggi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, renovasi dan perbaikan drainase menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang berkelanjutan.
Menurut Markarius, postur anggaran APBD 2026 lebih banyak dialokasikan untuk perbaikan drainase dibandingkan sektor lainnya. Meski demikian, Pemko Pekanbaru tetap menganggarkan perbaikan infrastruktur jalan. “Perbaikan drainase menjadi prioritas utama dalam postur anggaran kami. Namun, perbaikan jalan tetap berjalan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Ia menyebutkan, anggaran yang disiapkan khusus untuk perbaikan drainase mencapai hampir Rp100 miliar. Nilai tersebut hampir setara dengan anggaran perbaikan jalan pada tahun anggaran berjalan, menunjukkan keseriusan pemko dalam mengatasi persoalan banjir.
Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan mengacu pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun. Tahapan pekerjaan dimulai dari pembenahan saluran drainase berukuran besar sebagai jalur utama aliran air, kemudian dilanjutkan ke drainase skala kecil di lingkungan permukiman.
Selain itu, Dinas PUPR Pekanbaru juga rutin melakukan normalisasi drainase induk di sejumlah titik dengan mengangkat sampah dan sedimen yang menghambat aliran air, guna meminimalkan risiko genangan saat hujan deras.







Komentar