Beredar Surat Sumpah Abdul Wahid Bantah Tuduhan Korupsi di Tengah Proses KPK

Pekanbaru (Riaunews.com) – Di tengah bergulirnya dugaan kasus korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, beredar sebuah surat bermeterai dan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan. Surat tersebut berisi sumpah serta bantahan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Dalam surat itu, Abdul Wahid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau atas kegaduhan yang muncul akibat pemberitaan kasus yang menimpanya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan, termasuk meminta fee atau setoran kepada aparatur sipil negara (ASN).

“Wallahi, Billahi, Tallahi. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta fee maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan,” tulis Abdul Wahid dalam surat tersebut.

Ia juga membantah adanya janji temu atau keterlibatan dalam proses serah terima uang sebagaimana yang disangkakan. Abdul Wahid menyebutkan bahwa uang yang disita KPK di rumahnya di Jakarta Selatan bukan hasil korupsi, melainkan tabungan keluarga.

Beredar Surat Sumpah dan Bantahan Gubernur Riau Abdul Wahid Terkait Kasus Dugaan Korupsi (Dok. Riau Aktual)

“Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya, bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak,” tulisnya.

Pada bagian akhir surat, mantan anggota DPR RI itu menegaskan sumpahnya dengan konsekuensi moral dan keimanan. Ia menyatakan siap menerima keadilan Tuhan apabila terbukti berbohong atas pernyataannya tersebut.

Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengumumkan kepastian hukum terhadap Abdul Wahid dan dua pihak lain yang turut ditahan, yakni Kepala Dinas PUPR Riau M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam, yang telah menjalani penahanan sejak 3 November 2025.

Komentar