11 Daerah di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Daerah, Lingkungan247 Dilihat

Aceh (Riaunews.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11 dari 18 kabupaten dan kota terdampak bencana di Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga sepekan ke depan. Kepala BNPB Suharyanto menyebut perpanjangan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan kebencanaan di wilayah terdampak.

Sebelas daerah yang memperpanjang status tanggap darurat tersebut meliputi Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Nagan Raya, serta Kota Lhokseumawe. Sementara tujuh daerah lainnya telah beralih ke masa transisi darurat menuju pemulihan.

Dari 11 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat, tujuh kabupaten dikategorikan parah terdampak banjir, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kondisi ini membuat upaya penanganan darurat masih sangat dibutuhkan.

Adapun daerah yang telah memasuki masa transisi darurat ke pemulihan meliputi Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Singkil, serta Kota Subulussalam dan Kota Langsa. Di wilayah ini, fokus penanganan mulai diarahkan pada pemulihan pascabencana.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menyebutkan bencana berdampak pada 3.978 desa di 225 kecamatan yang tersebar di 18 kabupaten dan kota. Saat ini, kebutuhan mendesak korban bencana telah bergeser ke bantuan non-pangan seperti tenda pengungsian, air bersih, lampu darurat, bahan medis, dan peralatan dapur.

Ia menambahkan, selama masa tanggap darurat telah disalurkan 1.251,6 ton logistik dari total 1.478,8 ton bantuan yang diterima. Seiring masuknya sejumlah daerah ke masa transisi, pemerintah Aceh mendorong percepatan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang guna menekan jumlah pengungsi.

Komentar