Pascabencana, Pemerintah Kerahkan Tim Vaksinasi Campak ke Sembilan Daerah di Aceh

Daerah, Kesehatan115 Dilihat

Aceh (Riaunews.com) – Pemerintah kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat sekaligus mencegah merebaknya penyakit menular pascabencana, khususnya campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman, mengatakan imunisasi tambahan telah dimulai sejak 5 Januari 2026. Kebijakan ini diambil menyusul ditemukannya kasus campak di sejumlah wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih perlu ditingkatkan.

Menurut Iman, intervensi lapangan menjadi sangat penting untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan anak usia sekolah. Sebanyak 152 personel dikerahkan dalam Tim Imunisasi Tambahan Campak Batch II, serta 35 personel untuk Tim Pengendalian Vektor Penyakit Menular.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyebutkan pengerahan tim melalui Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat Aceh pascabencana. Fokus utama diarahkan pada pencegahan campak dan penyakit berbasis lingkungan.

Tim imunisasi tambahan dikerahkan ke Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues untuk memberikan imunisasi kepada anak usia 9–59 bulan. Sementara itu, tim pengendalian vektor ditugaskan ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang melalui kegiatan surveilans, edukasi, serta pengendalian lingkungan.

Dinas Kesehatan Aceh memastikan pemantauan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar seluruh kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran, sekaligus mencegah potensi kejadian luar biasa penyakit menular di wilayah terdampak bencana.

Komentar