Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pentingnya peran Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam memberikan edukasi gizi kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Edukasi tersebut dinilai krusial agar masyarakat, khususnya siswa, memahami pentingnya asupan gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan.
Nanik mengatakan, kepala SPPG diminta terlibat langsung memberikan pendidikan gizi ke sekolah-sekolah. Ia mendorong kepala SPPG berkoordinasi dengan guru untuk menjelaskan manfaat makanan bergizi kepada para siswa di dalam kelas.
“Minta waktu satu jam menjadi guru di kelas. Nanti ganti ke kelas berikutnya. Jelaskan soal pentingnya makan bergizi,” ujar Nanik dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (14/12). Ia menyebut SPPG juga dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu, serta PKK untuk memberikan penyuluhan gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Selain itu, SPPG didorong berkoordinasi dengan lurah dan perangkat desa untuk menggelar forum pertemuan masyarakat. Forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyuluhan gizi sekaligus memberikan pemahaman mengenai program MBG kepada warga desa.
Nanik mengapresiasi kreativitas kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, mitra, dan relawan dapur dalam menyampaikan edukasi gizi kepada anak-anak. Ia mencontohkan penggunaan kostum tokoh komik saat pembagian makanan hingga pemberian hadiah sebagai upaya meningkatkan minat anak mengonsumsi sayuran.
Menurut Nanik, kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi juga perlu melatih kemampuan berbicara di depan publik. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menyampaikan pesan terkait manfaat gizi dan program MBG secara efektif kepada masyarakat melalui forum sekolah, PKK, maupun kelurahan.







Komentar